Yang Mulia Syekh
Ali al-Qaradaghi Berpartisipasi dalam Konferensi Kedua Forum Pemikiran dan
Kebudayaan yang bertema: “Dengan Pemikiran yang Sehat, Kita Menerangi
Jalan Bangsa Kita”
Yang Mulia Syekh Dr. Ali al-Qaradaghi, Presiden Ikatan Ulama
Muslim Sedunia , berpartisipasi dalam kegiatan Konferensi Kedua Forum Pemikiran
dan Kebudayaan, yang diselenggarakan dengan slogan: “Dengan Pemikiran,
Kita Menerangi Jalan Bangsa Kita,” dengan partisipasi sekelompok pemikir,
cendekiawan, dan cendekiawan terpilih dari berbagai negara Islam.
Dalam pidato pembukaannya, Yang Mulia menekankan bahwa
pemikiran yang sehat merupakan fondasi bagi kebangkitan bangsa dan
perlindungannya dari penyimpangan dan stagnasi, menjelaskan bahwa
“pemikiran yang tidak sehat menimbulkan bahaya besar bagi masyarakat
karena menghasilkan budaya yang menyimpang yang memadamkan api kreativitas dan
melanggengkan ketergantungan.”
Syekh Qaradaghi menjelaskan bahwa hubungan antara pemikiran
dan budaya bersifat timbal balik dan interaktif. “Pemikiran yang sehat
melahirkan budaya yang sehat, dan budaya yang sehat, pada gilirannya,
melahirkan gagasan-gagasan baru,” ujarnya, seraya menekankan bahwa dunia Muslim
saat ini sangat membutuhkan gagasan-gagasan baru yang menerangi jalan
kreativitas dan inovasi, serta mengembalikan dunia Muslim ke peran utamanya
dalam peradaban manusia.
Ia menambahkan bahwa stagnasi intelektual yang melanda dunia
Muslim dalam beberapa dekade terakhir merupakan salah satu penyebab kelemahan
dan kemundurannya. Ia menyerukan kebangkitan kembali pemikiran Islam yang
autentik berdasarkan wahyu dan akal, serta pembaruan perangkat pemahaman dan
kreativitas yang sesuai dengan tujuan hukum Islam dan tuntutan zaman modern.
Syekh Qaradaghi menutup sambutannya dengan doa semoga Allah
menjadikan forum ini sebagai wadah untuk menghidupkan kembali pemikiran yang
sehat dan budaya yang konstruktif, serta titik awal untuk menyatukan
upaya-upaya intelektual demi kemajuan dan persatuan dunia Muslim, dengan
mengatakan:
“Dengan pemikiran yang sehat, kita menerangi jalan bangsa
kita, dan dengan budaya yang sehat, kita memulihkan kejayaan dan kedudukannya
di antara bangsa-bangsa.”