{"id":90649,"date":"2025-11-05T00:00:00","date_gmt":"2025-11-05T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/iumsonline.cloud\/2025\/11\/05\/yang-mulia-syekh-ali-al-qaradaghi-berpartisipasi-dalam-konferensi-ulama-albania-dan-balkan-dan-menyerukan-kebangkitan-ilmiah-untuk-membawa-kembali-ulama-ke-bidang-ilmu-pengetahuan\/"},"modified":"2025-11-05T00:00:00","modified_gmt":"2025-11-05T00:00:00","slug":"yang-mulia-syekh-ali-al-qaradaghi-berpartisipasi-dalam-konferensi-ulama-albania-dan-balkan-dan-menyerukan-kebangkitan-ilmiah-untuk-membawa-kembali-ulama-ke-bidang-ilmu-pengetahuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/2025\/11\/05\/yang-mulia-syekh-ali-al-qaradaghi-berpartisipasi-dalam-konferensi-ulama-albania-dan-balkan-dan-menyerukan-kebangkitan-ilmiah-untuk-membawa-kembali-ulama-ke-bidang-ilmu-pengetahuan\/","title":{"rendered":"Yang Mulia Syekh Ali al-Qaradaghi Berpartisipasi dalam Konferensi Ulama Albania dan Balkan dan Menyerukan Kebangkitan Ilmiah untuk Membawa Kembali Ulama ke Bidang Ilmu Pengetahuan"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\"><b>Yang Mulia Syekh Ali al-Qaradaghi Berpartisipasi dalam<br \/>\nKonferensi Ulama Albania dan Balkan dan Menyerukan Kebangkitan Ilmiah untuk<br \/>\nMembawa Kembali Ulama ke Bidang Ilmu Pengetahuan<o:p><\/o:p><\/b><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Sebuah konferensi ilmiah tingkat tinggi diselenggarakan di<br \/>\nAlbania, yang mempertemukan para cendekiawan dari Albania, Balkan, dan Turki<br \/>\ndengan tema &#8220;Kerja Sama Ilmiah dalam Pengabdian Umat.&#8221; Konferensi ini<br \/>\ndiselenggarakan dengan meriah oleh Yayasan Ulama Islam dan dihadiri oleh banyak<br \/>\ncendekiawan Muslim di wilayah tersebut.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Sekitar 160 cendekiawan dari Albania dan Balkan hadir,<br \/>\ntermasuk cendekiawan dari Bulgaria dan Bosnia, serta 50 cendekiawan dari Turki.<br \/>\nDi antara para peserta terdapat beberapa pejabat tinggi, termasuk Gubernur<br \/>\nEdirne, dan mantan kepala Direktorat Urusan Agama Turki, serta sejumlah tokoh<br \/>\nterkemuka lainnya dari komunitas resmi dan akademis.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Yang Mulia Syekh Dr. Ali al-Qaradaghi, Ketua Ikatan Ulama<br \/>\nMuslim Sedunia , berpartisipasi dalam konferensi tersebut, menyampaikan tiga<br \/>\npidato. Pidato pertamanya, yang disampaikan pada sesi pembukaan resmi, membahas<br \/>\nperan ulama dalam memajukan komunitas Muslim dan membimbing masyarakat Muslim<br \/>\ndi Albania dan Balkan, khususnya masyarakat Albania dan Bosnia, di antara<br \/>\nmereka yang telah mempertahankan iman mereka meskipun menghadapi tantangan<br \/>\nsejarah dan budaya.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Dalam pidatonya, Yang Mulia menekankan bahwa tugas ulama<br \/>\nsaat ini tidak terbatas pada mimbar dan masjid, melainkan harus terlibat aktif<br \/>\ndalam kehidupan masyarakat: di kafe, rumah, jalan, dan pertemuan umum. Beliau<br \/>\nmenjelaskan bahwa seorang ulama yang mengisolasi diri dari masyarakat<br \/>\nkehilangan tujuannya, dan bahwa ulama sejati adalah mereka yang terjun ke<br \/>\nlapangan untuk membawa cahaya bimbingan kepada setiap orang.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Dalam pidatonya, Syekh al-Qaradaghi mengutip kisah<br \/>\nmengharukan dari kehidupan Nabi Isa (saw). Ketika beliau mengunjungi sebuah<br \/>\ndesa, semua penduduknya menyambut beliau kecuali satu orang yang tidak taat.<br \/>\nNabi memilih untuk mengunjunginya, dengan bersabda, &#8220;Inilah orang yang<br \/>\npantas menerima kunjunganku. Para nabi seperti tabib; mereka ditakdirkan untuk<br \/>\nmenyembuhkan yang sakit, bukan yang sehat.&#8221; Kunjungannya menuntun pria<br \/>\ntersebut untuk bertobat, meneteskan air mata, dan kembali kepada Tuhan. Melalui<br \/>\nkisah ini, Yang Mulia menekankan bahwa misi para ulama adalah menyembuhkan hati<br \/>\nsebelum menghakimi perbuatan, dan bahwa komunikasi sejati dimulai dengan<br \/>\nperbuatan baik sebelum perkataan kasar.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Dalam pidatonya, beliau membahas tema kunci berjudul<br \/>\n&#8220;Prinsip-Prinsip Kemajuan Peradaban Berdasarkan Ayat yang<br \/>\nMenyeluruh,&#8221; berdasarkan firman Allah SWT:<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><i>&#8220;Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi,<br \/>\nyang mereka dapati tercantum dalam kitab-kitab suci mereka, dalam Taurat dan<br \/>\nInjil, yang memerintahkan mereka kepada yang ma&#8217;ruf dan melarang mereka dari<br \/>\nyang munkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan<br \/>\nbagi mereka segala yang jahat, dan melepaskan dari mereka beban-beban dan<br \/>\nbelenggu-belenggu yang menimpa mereka.&#8221;<\/i> [Al-A&#8217;raf: 157]<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Yang Mulia menjelaskan bahwa ayat mulia ini menguraikan enam<br \/>\nprinsip agung untuk kemajuan bangsa:<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Menyuruh yang ma&#8217;ruf, mencegah yang munkar, menghalalkan<br \/>\nyang ma&#8217;ruf, melarang yang mungkar, meringankan beban, dan mematahkan belenggu<br \/>\nintelektual dan sosial yang membelenggu manusia.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Ia menghubungkan prinsip-prinsip ini dengan realitas umat<br \/>\nIslam di Albania, Bulgaria, dan negara-negara Balkan lainnya, dengan<br \/>\nmenjelaskan bahwa kebangkitan dimulai ketika Islam disajikan dengan cara yang<br \/>\nberadab dan menarik, sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, bukan melalui<br \/>\nslogan-slogan kaku atau retorika yang provokatif.<o:p><\/o:p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Syekh Qaradaghi menutup pidatonya dengan seruan tulus bagi<br \/>\npara ulama untuk bersatu di jalan kebenaran, dan menjadikan ilmu serta perilaku<br \/>\nmereka sebagai sarana untuk memperbarui keimanan Islam di hati masyarakat,<br \/>\nmenghidupkan kembali semangat bangsa, dan memperbarui pesan abadinya.<o:p><\/o:p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang Mulia Syekh Ali al-Qaradaghi Berpartisipasi dalam Konferensi Ulama Albania dan Balkan dan Menyerukan Kebangkitan Ilmiah untuk Membawa Kembali Ulama ke Bidang Ilmu Pengetahuan Sebuah konferensi ilmiah tingkat tinggi diselenggarakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":90694,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[749],"tags":[],"class_list":["post-90649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-union-activities-id"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90649"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90649\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}