{"id":90648,"date":"2025-06-09T00:00:00","date_gmt":"2025-06-09T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/iumsonline.cloud\/2025\/06\/09\/partisipasi-aktif-wakil-ketua-iums-dalam-konferensi-melawan-islamofobia-dan-dekonstruksi-stereotip-di-azerbaijan\/"},"modified":"2025-06-09T00:00:00","modified_gmt":"2025-06-09T00:00:00","slug":"partisipasi-aktif-wakil-ketua-iums-dalam-konferensi-melawan-islamofobia-dan-dekonstruksi-stereotip-di-azerbaijan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/2025\/06\/09\/partisipasi-aktif-wakil-ketua-iums-dalam-konferensi-melawan-islamofobia-dan-dekonstruksi-stereotip-di-azerbaijan\/","title":{"rendered":"Partisipasi Aktif Wakil Ketua IUMS dalam Konferensi \u201cMelawan Islamofobia dan Dekonstruksi Stereotip\u201d di Azerbaijan"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><b><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;;\ncolor:#C00000\">Partisipasi Aktif Wakil Ketua IUMS dalam Konferensi \u201cMelawan<br \/>\nIslamofobia dan Dekonstruksi Stereotip\u201d di Azerbaijan <o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><b><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">&nbsp;<\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Wakil<br \/>\nKetua Ikatan Ulama Muslim Sedunia (IUMS), Dr. Abdul Majid an-Najjar, mewakili<br \/>\nKetua IUMS, turut berpartisipasi dalam konferensi ilmiah internasional yang<br \/>\ndiselenggarakan di ibu kota Azerbaijan, Baku, pada tanggal 26 dan 27 Mei 2025,<br \/>\ndengan tema: \u201cIslamofobia: Membongkar Prasangka dan Memecah Stereotip.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Keikutsertaan<br \/>\nIUMS dalam konferensi tersebut mencerminkan kehadiran yang menonjol dan aktif.<br \/>\nDalam kesempatan itu, Dr. an-Najjar menyampaikan penghargaan yang tinggi atas<br \/>\npenyelenggaraan yang bermutu, sambutan yang hangat, serta keramahan luar biasa<br \/>\ndari tuan rumah. Ia menganggapnya sebagai bentuk penghormatan terhadap IUMS dan<br \/>\nposisinya dalam dunia Islam.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><b><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;;\ncolor:#0070C0\">Intervensi Ilmiah yang Berani<o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Yang<br \/>\nMulia Dr. an-Najjar menyampaikan makalah ilmiah berjudul: \u201cKebencian terhadap<br \/>\nMuslim Melalui Legislasi Barat: Studi Kasus Prancis\u201d, di mana beliau menyoroti<br \/>\nmeningkatnya fenomena Islamofobia di negara-negara Barat, dengan penekanan<br \/>\nkhusus pada sejumlah undang-undang Prancis yang membatasi kebebasan umat<br \/>\nMuslim, menyuburkan sentimen kebencian, serta mengancam dasar-dasar hidup<br \/>\nberdampingan secara damai\u2014tanpa memandang niat para pembuat undang-undang<br \/>\ntersebut.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Beliau<br \/>\nmenegaskan bahwa menghadapi fenomena berbahaya ini menuntut pendekatan melalui<br \/>\ndialog peradaban, pengakuan terhadap keragaman budaya dan agama, serta<br \/>\nmenekankan bahwa kebijaksanaan dan pembangunan yang inklusif adalah jalan<br \/>\nterbaik untuk membangun masyarakat yang aman dan harmonis.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><b><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;;\ncolor:#0070C0\">Peran Aktif IUMS<o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Dr.<br \/>\nan-Najjar kembali menegaskan kesiapan IUMS, melalui jaringannya yang luas dari<br \/>\npara ulama, untuk berkontribusi dalam meluruskan kesalahpahaman, memperkuat<br \/>\nkomunikasi antarperadaban, dan melawan retorika kebencian.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Meskipun<br \/>\njadwal konferensi sangat padat, beliau tetap menyempatkan diri untuk bertemu<br \/>\ndengan sejumlah peserta dan pejabat guna memperkenalkan lebih jauh peran dan<br \/>\ntujuan IUMS. Selain itu, beliau juga mengadakan pertemuan dengan sekelompok<br \/>\nanggota IUMS yang turut hadir dalam konferensi tersebut, yang datang dari<br \/>\nEthiopia dan Asia Timur, guna bertukar pandangan dan menyelaraskan langkah<br \/>\nkerja sama.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Berikut<br \/>\nini adalah ringkasan makalah ilmiah dari Wakil Ketua IUMS\u2026<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" align=\"center\" style=\"text-align:center\"><b><u><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;;\ncolor:#C00000\">Ringkasan Makalah<o:p><\/o:p><\/span><\/u><\/b><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Fenomena<br \/>\nkebencian terhadap umat Muslim di Barat, serta gejala ketakutan terhadap Islam<br \/>\n(Islamofobia), jelas mengalami percepatan yang signifikan dalam beberapa dekade<br \/>\nterakhir, hingga menjadi sebuah gejala yang mengkhawatirkan dan mengisyaratkan<br \/>\npotensi bahaya serius terhadap hubungan antarbangsa dan antarmasyarakat, jika<br \/>\ntidak ditangani dengan kebijaksanaan.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Tampaknya,<br \/>\nsebagian akar dari fenomena ini bersumber pada pembacaan sejarah secara<br \/>\nselektif\u2014khususnya terhadap masa-masa ketegangan dalam hubungan antara umat<br \/>\nIslam dan masyarakat Barat, seperti yang terjadi pada masa Perang Salib dan era<br \/>\nkolonialisme. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan sisi-sisi cerah dari<br \/>\nsejarah yang sama, seperti manfaat-manfaat peradaban dan ilmiah yang bersifat<br \/>\ntimbal balik antara umat Islam di masa kejayaan mereka dan masyarakat Barat<br \/>\npada masa kini.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Di sisi<br \/>\nlain, sebagian alasan munculnya fenomena ini juga berasal dari<br \/>\ntindakan-tindakan ceroboh yang dilakukan oleh segelintir individu yang<br \/>\nmengklaim dirinya sebagai bagian dari umat Islam. Tindakan-tindakan tersebut<br \/>\nsering kali merupakan respons emosional yang tidak bijak atas perlakuan<br \/>\nsebagian masyarakat atau negara Barat terhadap umat Islam.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Fenomena<br \/>\nkebencian terhadap umat Muslim di Barat telah mencapai tingkat yang<br \/>\nmengkhawatirkan ketika sejumlah negara mengeluarkan undang-undang dan keputusan<br \/>\nresmi yang secara langsung menargetkan komunitas Muslim, dengan membatasi ruang<br \/>\ngerak mereka dan merampas sebagian hak-hak mereka. Contohnya adalah beberapa<br \/>\nkebijakan yang diberlakukan di Prancis, seperti larangan bagi Muslim untuk<br \/>\nmengenakan pakaian yang mereka anggap sebagai bagian dari tuntunan agama,<br \/>\npelarangan pendidikan rumah (homeschooling) yang dapat menjadi sarana<br \/>\npengajaran agama bagi anak-anak, penutupan sejumlah organisasi Islam, serta<br \/>\ndeportasi terhadap sebagian tokoh agama Muslim\u2014yang menyebabkan mereka terpisah<br \/>\ndari keluarga dan anak-anak mereka.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Meskipun<br \/>\npara pembuat kebijakan tersebut mungkin berdalih bahwa hal itu bertujuan untuk<br \/>\nmenjaga prinsip sekularisme negara dan masyarakat, namun dampak nyatanya<br \/>\nterhadap peningkatan Islamofobia justru sangat negatif. Kebijakan-kebijakan<br \/>\ntersebut tidak meredam kebencian, melainkan memperparahnya. Hal ini terbukti<br \/>\ndari berbagai insiden penindasan terhadap Muslim, baik oleh aparat pemerintahan<br \/>\nmaupun oleh sebagian warga negara, yang dalam beberapa kasus bahkan berujung<br \/>\npada tindak pembunuhan. Contohnya adalah insiden terbaru di Prancis, ketika<br \/>\nseorang pemuda dibunuh di dalam masjid karena kebencian, serta tragedi<br \/>\nmengerikan beberapa tahun silam di Selandia Baru, yang merupakan pembantaian<br \/>\nmassal terhadap umat Muslim.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Undang-undang<br \/>\ndan kebijakan semacam ini, yang dikeluarkan di sejumlah negara Eropa termasuk<br \/>\nPrancis, tidak akan menghasilkan apa pun kecuali memperburuk hubungan antara<br \/>\nbangsa-bangsa dan memperlebar jurang antara umat Islam dan masyarakat Barat.<br \/>\nMeskipun berbagai organisasi hak asasi manusia dan sejumlah tokoh pemikir serta<br \/>\nbudayawan, baik dari Prancis maupun komunitas internasional, telah mengajukan<br \/>\nkeberatan atas kebijakan tersebut, namun kekuatan hukum dan implementasinya<br \/>\ntetap berdampak negatif terhadap meningkatnya Islamofobia, sebagaimana terbukti<br \/>\ndalam berbagai peristiwa yang terjadi.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align:justify;text-justify:inter-ideograph\"><span style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">Jalan<br \/>\nterbaik untuk mengatasi fenomena ini adalah dengan menempuh pendekatan dialog,<br \/>\nedukasi, dan pembangunan bagi komunitas Muslim minoritas yang tinggal di Barat,<br \/>\ndi samping pengakuan terhadap keragaman budaya dan penegakan kebebasan<br \/>\nberagama. Pendekatan ini telah terbukti efektif di sejumlah negara Eropa yang<br \/>\nmengadopsinya, karena mampu secara signifikan mengurangi gejala kebencian<br \/>\nterhadap umat Islam.<span lang=\"AR-SA\" dir=\"RTL\"><o:p><\/o:p><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" dir=\"RTL\" style=\"unicode-bidi: embed;\"><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:\n&quot;Sakkal Majalla&quot;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" dir=\"RTL\" style=\"unicode-bidi: embed;\"><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:\n&quot;Sakkal Majalla&quot;\">\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640\u0640<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" dir=\"RTL\" style=\"unicode-bidi: embed;\"><b><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:\n&quot;Sakkal Majalla&quot;;color:#0070C0\">* \u0644\u0644\u0627\u0637\u0644\u0627\u0639 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u062a\u0631\u062c\u0645\u0629 \u0627\u0644\u0643\u0627\u0645\u0644\u0629 \u0644\u0644\u062e\u0628\u0631 \u0628\u0627\u0644\u0644\u063a\u0629 \u0627\u0644\u0639\u0631\u0628\u064a\u0629<\/span><\/b><b><span lang=\"AR-SA\" style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\">\u060c<br \/>\n\u0627\u0636\u063a\u0637 (<span style=\"color:#C00000\"><a href=\"https:\/\/iumsonline.org\/ar\/ContentDetails.aspx?ID=39160\" target=\"_blank\">\u0647\u0646\u0627<\/a><\/span>).<\/span><\/b><b><span dir=\"LTR\" style=\"font-size:20.0pt;line-height:115%;font-family:&quot;Sakkal Majalla&quot;\"><o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Partisipasi Aktif Wakil Ketua IUMS dalam Konferensi \u201cMelawan Islamofobia dan Dekonstruksi Stereotip\u201d di Azerbaijan<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":90728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[749],"tags":[],"class_list":["post-90648","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-union-activities-id"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90648","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90648"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90648\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iumsonline.cloud\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}